Tribute to Michael Jackson : Part II

Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra-putri kehidupan.

Mereka terlahir melaluimu, tetapi bukan berasal darimu, karena itu mereka ada bersamamu tapi bukanlah milikmu.

Engkau harus memberi mereka cintamu, tetapi bukan pemikiranmu, karena mereka punya pemikiran mereka sendiri.

Engkau bisa memberikan rumah untuk tubuh mereka, tetapi tidak untuk jiwanya. Karena jiwa mereka akan tinggal di rumah masa depan, yang tidak bisa kau kunjungi, bahkan dalam mimpimu sekalipun.

Engkau boleh mencoba meniru mereka, tapi jangan memaksa mereka menirumu, karena kehidupan tidak pernah berjalan mundur, tidak pula akan terulang.

Engkau adalah busur panah, yang darinya anak-anakmu akan meluncur ke depan.

Sang pemanah menarikmu dengan keagungan-Nya agar anak panah bisa melesat jauh menuju keabadian

Snapshot 2009-07-06 00-34-02

photo from here

entah kenapa saat pertama kali aku ingin menulis tg Jacko, masa kecilnya dan Bapaknya, Kahlil Gibran yg aku ingat. tentang Gibran dan tulisannya tg Anak yg bisa dibaca di bukunya Sang Nabi.

maksudku untuk memasukkan tulisan di atas hanya untuk sedikit menunjukkan benang merah antara Jacko dan perlakuan Bapaknya yg ia dapatkan saat kecil. aku pernah berkomentar, “kasihan ya Michael, sampai sudah meninggal pun sepertinya hidupnya masih nggak tenang” saya prihatin melihat dirinya yg tidak segera dimakamkan. yg ada justru terus saja dipergunjingkan. ia meninggal karena a, b, c, dokter pribadinya dicurigai, suster yg dia telpon diwawancarai, dsb, tapi ia tak kunjung dimakamkan sehingga ia pun tak bisa segera beristirahat dg tenang, rest in peace, R.I.P.

ada sedikit rasa syukur dalam hati ini atas meninggalnya ia. sbg salah 1 orang yg menggemarinya, tentu ada rasa kehilangan yg cukup membekas. yah, mau dibilang lebay juga tak apa. karena memang nggak akan ada lagi lagu-lagu baru dari Jacko, konser spektakuler yg bisa dikagumi, ataupun belaian seorang bapak untuk ketiga anaknya. cukup menyedihkan juga kehilangan dia. tapi kenapa aku bisa bersyukur?

sempat membaca sedikit biografinya, bagaimana ia disiksa bapaknya hampir setiap hari, hingga dipaksa bekerja keras hingga bisa “menghasilkan”. ia seperti tidak bisa menjadi dirinya yg sebenarnya secara utuh. ya, memang dia akui juga bahwa perasaan paling nyaman yg ia rasakan adl saat berada di atas panggung. kesuksesannya sekarang juga bisa dibilang merupakan buah hasil dari didikan bapaknya. tapi apa iya dia harus ditempa dg sebegitu kejamnya?

aku bersyukur, dia tidak perlu lagi dituduh sbg pedofil, dia tidak perlu lagi mendengar kecaman dari MJ Haters, dia tidak perlu lagi susah-susah melarikan diri dari paparazi, tak perlu lagi menahan lelah karena mengidap insomnia akut. mungkin memang Tuhan memilih untuk menghentikan hidupnya yg sudah terlalu lara.

Michael Jackson adl sosok yg mengubah wajah dunia, dan dirinya pun diubah oleh dunia.

aku percaya bahwa Tuhan rindu dg makhluknya yg baik. dan yah, aku rasa Jacko adl orang yg baik. tak ada perlu untuk melihat kontroversi yg ia buat selama ini. bagiku, dia tetap orang yg hebat. mungkin memang ini sudah jalan yg terbaik untuk dia. tidak perlu lagi merasakan kekejaman dunia yg mungkin baginya sudah menjadi begitu susah untuk dipilah antara yg nyata dan tidak nyata.

selamat jalan Michael, selamat beristirahat dg tenang🙂 *doakan aku bisa takziyah ke Neverland ya! hihi*

2 Responses to “Tribute to Michael Jackson : Part II”

  1. krishandi Says:

    aku belum nonton king!😦
    iy syg, suka main tangan dl pas kecil. aku sempat baca sekilas di wiki. sedih deh😦

  2. kayak film king mbak?
    tapi apa bener ayahnya jacko jahat? aku belum cari tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: