Before Go to Bed

hidup itu pasti seimbang, tapi tidaklah mudah untuk menyeimbangkannya

sederhana saja. kalimat di atas timbul begitu saja dari pemikiran saya. mengapa bisa begitu?

seringkali saya menulis tg keseimbangan hidup dalam blog ini. hidup ini seimbang, dan adil. itu sudah hukum alam, tidak bisa tidak. kalau saya cantik, anda pasti jelek. lol. tidak tidak, ini bukan contoh yg baik.

begini. kita hidup tidak hanya dalam 1 aspek saja. tidak hanya tg cinta melulu seperti kata ERK atau tidak hanya politik melulu seperti debat capres. kita juga hidup dg lingkungan sosial, dg Tuhan, dan pastinya dg alam. alam ini adl sesuatu yg mutlak. tidak ada alam, otomatis kita juga tidak akan ada.  tanpa Tuhan kita juga pasti tidak akan ada.

apakah anda adl seseorang yg kaya, anda adl seorang pejabat, baik dg orang sekitar, anda begitu menjaga hubungan dg sesama manusia. apakah menurut anda hidup anda sudah ideal, adil, seimbang? bisa jadi anda menganggapnya begitu. tapi apakah anda taat pada Tuhan, selalu menuruti perintahNya dan menjauhi laranganNya? jika jawabannya tidak, maka hidup anda menjadi tidak seimbang.

apakah anda seorang model yg cantik, masih muda tapi sudah sukses, kaya dan punya pacar yg OK? ‘what a great life!” mungkin begitu sebagian besar pikiran orang tg anda. tapi apakah anda sudah menjalani kehidupan yg seimbang? bisa ya bisa tidak.

membingungkan untuk anda? bisa jadi. karena kondisi saya sedang tidak OK malam ini untuk menulis. saya hanya ingin memberi tahu, mengapa kalimat tsb bisa saya simpulkan begitu saja. saya berpikir, orang-orang kaya tsb baik dg sesamanya, taat dg Tuhan, kehidupannya dg keluarga juga asyik masyuk. tapi apakah dia baik dg alam? apakah hidupnya tidak menyakiti alam?

sederhana saja. definisi tg hidup anda bisa menjadi berbeda 180 derajat jika anda berpindah posisi untuk melihatnya. hidup anda bisa menjadi baik sekaligus tidak baik dalam waktu yg bersamaan, sekali lagi, tergantung dilihat dari posisi yg mana. sungguh sangat indah membayangkan saya bisa menjadi makhluk yg balance. baik dg sesama, patuh pada Tuhan, perhatian dg lingkungan, dan lain hal sebagainya… apakah bisa menjadi yg seperti itu? semoga saja, AMIEN.

pikiran ini juga membuat saya mengingat kembali bagaimana cara saya menaikkan optimisme saya ketika jatuh atau iri atau sirik dg orang lain. saya selalu melihat orang lain dr sisi jeleknya. memang, saya tahu tidak benar dan tidak baik. “ah, memang sih dia begitu, punya itu. tapi dia tidak begini seperti saya dan dia tidak mempunya ini seperti yg saya miliki! masih ada yg bisa saya banggakan JAUH lebih baik dari dia” kenapa kata jauh saya besarkan? karena dari situlah saya menghipnotis diri sendiri kalau memang orang lain tsb tidak ada apa-apanya dibanding saya.

bukannya saya menjadi tidak ingin berkembang, hanya saja ini cara yg cukup ampuh untuk membuat saya menjadi lebih optimis untuk berdiri lagi setelah jatuh dan untuk kembali mendangakkan kepala setelah tertunduk malu.

selamat tidur.

4 Responses to “Before Go to Bed”

  1. krishandi Says:

    oia. ak ya seneng bgt sm kata2mu kok di blogmu, sampai merinding to ak? hehe makasiii :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: