Ego Manusia

Manusia itu egois.

Pikiran itu mendadak muncul setelah sy mendapati peristiwa ini sekitar 1 minggu yang lalu…

Kalau sy datang ke Surabaya, tempat inapnya adl sebuah yayasan yatim piatu milik papa sy. Dan minggu lalu yayasan kami mendapati berkah. Kira-kira setengah bulan yang lalu dari hari ini, ada seorang ibu asal Bali yang mendadak datang ke yayasan dalam keadaan hamil. Tak lama setelah itu, si bayi lahir pada hari Rabu dini hari. Lucu, bersih,putih,cantik! Cewek memang.

Usut punya usut, ibunya dulu diperkosa oleh sahabat bapaknya sampai akhirnya melahirkan si bayi cantik tadi. Miris, mungkin karena si Ibu terlalu benci dengan lelaki yang sudah memperkosanya, sejak melahirkan bayinya si Ibu tidak pernah ingin melihat anaknya. Ketika mendengarnya sy nyaris menangis.

Egois bukan? Syukur, si Ibu masih mau menjaganya hingga si bayi lahir. Tapi tidakkah menjadi sangat menyedihkan sekaligus egois, jika karena dirinya diperkosa, sang anak harus terpaksa tidak pernah bisa melihat ibu kandungnya? Menyedihkan.

Dan sepertinya si anak itu akan diangkat anak oleh ibu pengasuh yayasan. Telah disarankan kepadanya agar memberikan anak itu kepada orang yg menginginkannya yg lebih mampu secara material. Tapi setahuku, hingga saat ini, bayi itu masih dirawat oleh ibu yayasan.

Egois juga bukan? Menurut saya, ya. Apakah memang segitu teganya untuk membiarkan anak itu hanya tumbuh berkembang di yayasan yatim piatu saja, ketika ia sebenarnya bisa memiliki kesempatan untuk mendapat hidup yg lebih baik? Apakah hanya karena alasan ‘sayang’ kemudian dia harus terkurung di yayasan?

Beda kasus lagi. Kali ini bersangkutan dg diri sy sendiri.

Mungkin sudah tahu bahwa sy memelihara burung hantu, kado dari kalis. Awalnya memang hanya 1, tapi karena kasihan, akhirnya papa membelikan teman. Jadi sy punya 2 burung hantu, Bento dan Beth.

20052009(002)bento merem, awal-awalnya dia sakit tetelo😦

Entah kenapa, mendadak mereka berdua sakit. Awalnya hanya Bento yg sakit, tapi kemudian Beth menyusul. Belakangan diketahui mereka terkena virus tetelo. Tapi telat, Beth ketika sy bawa ke klinik hewan kemarin jumat sore sudah terlanjur mati duluan, karena salah diagnosa! DAMN! Terlebih sy tidak dikabari mengenai kematiannya tsb. Jujur, sy menangis karena Beth mati.

22052009(002)#1beth yg langsung drop, setelah ini dia mati ;(

Menurut kalis, ataupun dokter hewan yg kemarin sy datangi, mengatakan ‘burung mati itu kan biasa.’ Tapi tidak begitu menurut sy. Burung juga makhluk hidup, bernyawa. Apakah kemudian untuk belajar melatih ketegaran hati itu harus dg merelakan sebuah nyawa, meski hanya seekor burung? Ah, manusia egois. Saya, egois.

8 Responses to “Ego Manusia”

  1. zulsaja Says:

    ohh..
    ak bacanya sahabat suami-nya
    jauh ya? HAHAHAHA

  2. krishandi Says:

    DENG DONG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: