(Un)Reality Show

tulisan berikut hanya ungkapan opini sj, tidak dibuat untuk tugas kuliah ataupun yg lainnya.


snapshot-2009-03-24-23-26-10source: http://www.cartoonstock.com/directory/r/reality_TV_show_gifts.asp

kalau sy nggak salah ingat, reality show pertama di indonesia adl Katakan Cinta yg entah mulai mengudara sekitar tahun berapa sy juga lupa. sejak itu masyarakat penikmat TV indonesia mendadak seperti keranjingan dg yg namanya reality show. awalnya mereka menonton dg polosnya, tanpa pernah berpikir kalau sebenarnya itu semua sebenarnya adl (un)reality show…

kemudian sy mulai mendengar adanya isu bahwa sebenarnya, lama kelamaan, cowok dan cewek yg ikut dalam acara katakan cinta itu hanyalah berpura-pura, mereka akting sebagai penembak dan korban yg ditembak. karena di akhir acara akan ada pengundian untuk mendapatkan sejumlah uang, maka mereka sepakat untuk mengikuti acara tersebut dan bermain sesuai skenario yg sudah mereka buat sendiri. mungkin sejak itu pulalah reality show di indonesia sudah menjadi tidak riil lagi…

awalnya kebencian sy hanya terbatas pada pemikiran bahwa media TV indonesia yg menyajikan (un)reality show itu sudah melakukan penipuan massal yg terus berlanjut, karena pada kenyataannya sampai hari ini pun masih saja ada (un)reality show seperti itu. tapi kemudian, seiring berjalan waktunya, mungkin setelah melihat bagaimana selera masyarakat indonesia yg juga memang menyukai (un)reality show, para pekerja media, khususnya yg di TV, terus memutar otak guna mendapat ide kreatif untuk dikemas dalam acara (un)reality show yg baru, yg “fresh”.

setelah sekian tahun, maka reality show di indonesia sudah semakin beragam jenisnya, mulai dari yg acara penyelidikan pacar,  pencarian orang hilang, orang kaya mencoba menjadi miskin dan sebaliknya, dan masih banyak lagi yg lain. dan sy semakin geram melihat bagaimana acara-acara seperti itu bisa disajikan di tengah sebuah keluarga sebagai tontonan pengisi waktu luang?

misalnya saja acara MINTA TOLONG di RCTI. jujur, sebenarnya ide tulisan ini berangkat dari acara (un)reality show tersebut. “MINTA TOLONG adalah sebuah program Reality Show yang menguji kepekaan hati nurani orang-orang di sekitar kita. Melalui kamera tersembunyi, kita akan melihat bagaimana reaksi orang-orang ketika seseorang datang meminta pertolongan, apakah mereka dengan tulus ikhlas menolong atau justru…” Barusan adl potongan penjelasan tg acara MINTA TOLONG yg sy ambil langsung dari website resmi RCTI. memang, secara kasat mata kita hanya akan melihat dua hal, keikhlasan dan ketidakikhlasan seseorang saat dimintai tolong oleh orang lain. namun kegusaran lain dalam diri sy timbul ketika secara tidak sengaja menonton acara ini dan kemudian melihat kebobrokan moral bangsa kita. miris. sy miris. begini ceritanya: di salah satu episodenya diceritakan seorang ibu, yg tidak mampu, yg sedang mencarikan selimut untuk anaknya yg selalu kedinginan saat malam. ia berkeliling, meminta diberikan sepotong selimut, dan dia juga memintanya kepada orang-orang yg tidak mampu. ada yg dg biasa menolak untuk menolongnya, ada yg tidak menggubrisnya sampai akhirnya ada yg sampai marah membentak-bentak pada dirinya karena sudah seenaknya meminta-minta selimut. maunya apa? menunjukkan bahwa orang indonesia begitu sombong, sudah nggak punya, tapi bisa-bisanya membentak, memarahi sesama yg tidak memiliki, dan juga tetap saja tidak menolongnya!? kemudian ibu tersebut berkeliling lagi mencari, sampai akhirnya menemui seorang bapak-bapak pemulung yg badannya masih tampak sehat. pertama, bapak tsb memberikan sepotong baju, yg kemudian ditolak oleh si ibu karena tidak cukup untuk menutupi badan anaknya. diberikan lagi sepotong celana, dan kembali ditolak oleh si ibu. hingga si bapak memberikan (maaf) BH kepada si ibu! akhirnya si ibu marah karena mungkin merasa tersinggung, selain si bapak memang jelas-jelas terekam di kamera suka mencuri-curi kesempatan utk bisa memegang-megang si ibu. dari adegan tsb kita juga bisa melihat bagaimana rusaknya moral saudara-saudara kita. bukannya menolong justru berbuat mesum. ah…

berikutnya akan sy ambil lagi contoh (un)reality show dari RCTI, MATA-MATA. sebenarnya banyak juga acara lain yg memiliki konsep sejenis dg acara ini, seperti misalnya Playboy Kabel, H2C dan lain-lainnya yg sy sudah lupa judulnya. tanpa mengambil contoh episode yg dijadikan kasus, dari awal sy sudah tidak suka konsep acara seperti ini, memata-matai seseorang, membuntutinya kemana saja, hanya untuk tujuan pribadi si pelapor. yg ada, pada akhirnya keikutsertaan mereka dg acara-acara tsb hanyalah menjadi senjata makan tuan. si cewek hanya akan memergoki pacarnya yg berselingkuh; si bapak yg ketahuan selingkuh hanya akan menjadi korban pengucilan oleh masyarakat sekitarnya, tak hanya itu saja, harga dirinya juga ikut lenyap; atau si sekretaris yg ketahuan bosnya kalau sebenarna dia tidak pernah bekerja kalau tidak ada bosnya, hanya akan menjadi pengangguran di saat berikutnya karena perusahaan lain tidak ada yg ingin merekrut dia sbg pegawai, dan masih banyak hasil-hasil merugikan lainnya. yg memang sepertinya hampir tidak pernah ada sih hasil positifnya. selain itu, kelihatan sekali bagaimana sifat manusia yg begitu ingin tahunya tg orang lain, begitu inginnya untuk ikut campur dalam kehidupan pribadi orang lain ataupun alasan yg lainnya.

atau (un)reality show KACAU? disini sy melihat bagaimana konflik, baku hantam antar manusia, caci maki, rasa permusuhan, dikemas dan kemudian dijadikan komoditas sebuah media TV untuk mendapatkan profit. apakah memang sebegitu sukanya kita, bangsa indonesia dg pertengkaran? apakah kita memang sebegitu senangnya melihat ada orang-orang yg saling memaki, memukul? jadi apakah bisa disetujui jika disebutkan bahwa mental bangsa ini adalah mental preman?

salah satu (un)reality show baru yg sy tahu adl TUKAR NASIB yg ditayangkan oleh SCTV. “hmm, sebuah ide baru lagi”, pikir sy begitu ketika pertama kali menontonnya. tapi di saat yg pertama itu pula sy langsung merasa geram kembali dg dunia TV indonesia, mereka tetap saja lebih sering mengangkat sesuatu yg negatif daripada yg positif. ketika orang kaya mendadak harus hidup menjadi miskin, anak yg terbiasa berleha-leha dalam ruangan ber-AC mendadak harus ikut ibunya berjualan daun pisang, berkeliling kota jakarta yg panas, maka ia akan merengek. kembali terlihat bagaimana manjanya masyarakat kita. apakah hal seperti itu patut dijual? bagaimana dg ketidaktahuan ibu yg miskin tg cara memakai kompor gas? yg kemudian memutuskan untuk memasak dg panci stainless steel yg dipanaskan di atas kertas bakar? apakah memang sebegitu teganya TV indonesia menjual kebodohan kaum miskin untuk kemudian disajikan sbg tontonan masyarakat? jarang disadari bahwa acara-acara seperti itu hanyalah mengeksploitasi kaum papa, menggunakan mereka sebagai boneka yg kemudian akan ditertawakan kebodohannya oleh para penonton.

atau rangkaian (un)reality show Lemon Tea milik SCTV yg semakin lama semakin kentara kepalsuannya? PACAR PERTAMA, BACKSTREET, CINTA MONYET. tak heran kalau masyarakat indonesia semakin pintar “mencintai” lawan jenisnya, lha wong yg mereka tonton setiap harinya juga hanyalah cinta palsu.

jika ada yg berpikir bahwa sebenarnya tidak ada pihak yg dirugikan karena: misalnya pemainnya dibayar, mereka kan  justru mendapat duit; atau mungkin dg masuk TV mereka malah menjadi terkenal; atau orang miskinnya justru sangat beruntung karena sempat merasakan menjadi orang kaya, dsb, menurut sy itu salah. karena sebenarnya, seperti yg telah sy sebutkan tadi, telah terjadi penipuan massal, telah dibuat kebohongan yg merugikan publik. jadi menurut sy, bagaimana pun, pihak yg justru paling dirugikan adl penonton, yg duduk manis di depan TV, dg remote di ujung jarinya, yg terus diracuni oeh TV.

snapshot-2009-03-24-23-07-09source: http://www.flickr.com/photos/m2matiz/2469302925/

sigh. pada akhirnya, sy sama sekali tidak bermaksud menghujat perusahaan TV A, B, C. sy hanya ingin mengajak anda yg membaca ini untuk membuka mata, menyadari konten TV yg sebenarnya anda konsumsi itu sebenarnya yg bagaimana, dan kemudian mengkritisinya. tidak ada yg menginginkan TV indonesia seperti sekarang terus, tidak berkembang, ajeg. harus ada perubahan yg lebih pasti, ke arah positif, agar dapat memberikan sajian yg lebih berkualitas lagi kepada para penontonnya. maaf jika ada yg tersinggung atau tidak suka dg tulisan ini, ini hanya ungkapan kegeraman dan kegelisahan sy tg (un)reality show di indonesia yg sudah lama terpendam, ingin dituliskan tapi baru terwujud malam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: