cry

katanya, lelaki tak pernah suka wanita yg menangis. kenapa? beberapa asumsi sy: karena mereka takut tidak bisa menghentikannya; karena mereka akan menjadi sangat merasa bersalah terlebih jika memang tangisan itu karena mereka; karena mereka memang tidak suka wanita yg menangis, siapapun itu, tak hanya wanita tercintanya saja dan yg terakhir karena mereka juga akan ikut merasa sedih -bukan tidak suka-.

sebenarnya bagaimana sih cara menghentikan wanita yg sedang menangis? kalau menurut sy sih gampang saja. tinggal dimanjain paling juga selesai. kalau sudah selesai terus diajak ketawa, tenang deh!

jadi inti tulisan sy apa dong?

hmm. sy sebal sama lelaki yg nggak suka wanita menangis. kenapa? mereka kan memang selayaknya bisa menenangkan kami jika sedang menangis? bukannya malah kemudian menyuruh kami berhenti menangis! *sigh* jika mereka terkesan tidak suka kami menangis, maka kami akan diam saja dan tidak cerita bahwa kami menangis. bukankah itu akan menjadi fakta tersembunyi yg lebih menyakitkan lagi bagi para lelaki? wanitanya menangis tapi mereka tidak tahu dan mereka tidak menenangkan mereka. yg ada bisa saja mereka tetap berdiam diri di seberang sana diliputi egonya. tentang siapa yg salah dan bagaimana masalah akan diselesaikan nantinya, itu nanti saja setelah air mata terhenti dulu.

ketika diminta untuk bercerita tentang semuanya, tapi tidak bisa menceritakan bahwa sedang menangis, itu hanyalah akan menjadi kegiatan yg sangat menyakitkan setiap kalinya terjadi. menangis sendirian, tak ada yg tahu dan akan terus saja begitu.

ah sudahlah. bingung pun lama-lama menulis apa lagi.

masalah sepele memang, tapi mungkin memang sebaiknya sy mulai belajar menarik diri. tak hanya untuk sekarang, tapi semoga juga bermanfaat untuk keesokan harinya.

6 Responses to “cry”

  1. menangis itu wajar ko, aslinya cowo juga bisa menangis cuman ya itu tadi in the name of ego, maskulinitas, dan sejenisnya menangis menjadi sesuatu yang seolah tabu. tapi menangis apapun itu alasannya, menurutku adalah sarana penjujuran diri bahwa kita sedang memerlukan aktivitas menangis untuk membuat batin kita lebih tenang. banyak orang yang mati-matian nahan nangis bahkan ketika dia sendirian, nah semacam itulah orang-orang yang kurang jujur terhadap dirinya sendiri bahwa dia perlu menangis.

  2. mgkn bs pake quote dr gus ofa kali ya? haha.
    kalau sy menyebut ngs sih sbg kegiatan yg paling sy nikmati untuk melepas semuanya dan kemudian menyadari kembali tg semuanya yg indah dlm hidup sy. makanya sy nggak suka kalau disuruh stop ngs, lawung enak. masio capek. =.=”

  3. hahaha. kampret, nggaklah. ak hanya mencoba memberi pengertian sahaja kepada kamyu~. hahaha
    memang rien, perlu belajar dalam waktu yang cukup lama. aku 8 tahun belajar bahasa inggris aja masih belom bisa2!. (curhat).. ;p

  4. EF dong zul! *dodolan* ;p

  5. terkadang, itu jg cuman menutupi kelemahan si cowok yang tidak mungkin berkutik ketika melihat orang yang disayang menangis. meminta berhenti memang cukup menutupinya dengan sekilas terlihat “tidak pengertian” daripada membiarkan dulu menangis, baru ditenangin dan diajak bicara dengan lebih.. umm.. dengan suasana yang lebih lega, mungkin. Terlihat lebih enak memang yang ke 2, tapi siapa yang tau isi hati orang yang ngeliat orang nangis sih? ;D

    yah, kembali lagi lah.. ini mungkin proses belajar untuk berjuang dalam hidup. mari berpikir positif. xD

  6. kayanya itu curhat colonganmu ya mas? hahaha. >:P
    ah memang ya, praktek komunikasi antara wanita-pria itu ibaratnya komunikasi antar budaya. krn sangat berbeda. sigh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: